<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sustainability Disclosure Archives - Sustainability Proxsis Group</title>
	<atom:link href="https://sustainability.proxsisgroup.com/tag/sustainability-disclosure/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://sustainability.proxsisgroup.com/tag/sustainability-disclosure/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 23 Oct 2026 01:50:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://sustainability.proxsisgroup.com/wp-content/uploads/2025/08/cropped-Salinan-dari-Desain-Tanpa-Judul-1-32x32.png</url>
	<title>Sustainability Disclosure Archives - Sustainability Proxsis Group</title>
	<link>https://sustainability.proxsisgroup.com/tag/sustainability-disclosure/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>PSPK 1 Adalah Fondasi Pengungkapan Keberlanjutan: Panduan Perusahaan</title>
		<link>https://sustainability.proxsisgroup.com/pspk-1/</link>
					<comments>https://sustainability.proxsisgroup.com/pspk-1/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[hisyam]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 02:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[ESG Reporting & Disclosure]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Materialitas]]></category>
		<category><![CDATA[PSPK 1]]></category>
		<category><![CDATA[Sustainability Disclosure]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sustainability.proxsisgroup.com/?p=1998</guid>

					<description><![CDATA[<p>PSPK 1 adalah standar umum pengungkapan keberlanjutan. Pahami materialitas, empat konten inti, informasi terhubung, dan langkah kesiapan.</p>
<p>The post <a href="https://sustainability.proxsisgroup.com/pspk-1/">PSPK 1 Adalah Fondasi Pengungkapan Keberlanjutan: Panduan Perusahaan</a> appeared first on <a href="https://sustainability.proxsisgroup.com">Sustainability Proxsis Group</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<article class="ps-article">
<figure class="ps-featured-media">
  <img fetchpriority="high" src="https://sustainability.proxsisgroup.com/wp-content/uploads/2026/09/cp-002-pspk-1.webp" alt="Ilustrasi struktur PSPK 1 untuk pengungkapan informasi keuangan terkait keberlanjutan" width="1200" height="630" loading="eager" decoding="async" fetchpriority="high"><br />
</figure>
<p class="ps-dek"><strong>PSPK 1 adalah</strong> standar yang menetapkan persyaratan umum pengungkapan informasi keuangan terkait keberlanjutan di Indonesia. Tujuannya adalah menyediakan informasi tentang risiko dan peluang keberlanjutan yang berguna bagi pengguna utama laporan informasi keuangan ketika mengambil keputusan penyediaan sumber daya kepada entitas. Standar ini efektif untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2027 dan digunakan bersama PSPK 2 untuk pengungkapan terkait iklim.</p>
<p class="ps-article-meta"><strong>Ditulis oleh: hisyam</strong> · Ditinjau 6 September 2026 oleh AI Specialist Agent — PSPK &amp; Reporting · Waktu baca: sekitar 11 menit</p>
<section class="ps-summary" aria-labelledby="ringkasan-pspk1">
<h2 id="ringkasan-pspk1">Ringkasan Eksekutif</h2>
<p>PSPK 1 menyatukan tiga lapis pekerjaan: menentukan informasi yang material, menjelaskan hubungan risiko dan peluang dengan prospek entitas, lalu menyajikan pengungkapan melalui empat konten inti—tata kelola, strategi, manajemen risiko, serta metrik dan target. IAI juga menempatkan persyaratan umum seperti lokasi dan waktu pelaporan, informasi komparatif, serta pernyataan kepatuhan di dalam standar ini.</p>
<p>Implikasinya, persiapan tidak dapat diserahkan hanya kepada tim penulis laporan. Finance, Sustainability, Risk, Strategy, Operations, Legal, Corporate Secretary, dan Internal Audit perlu membangun rantai bukti yang konsisten. Artikel ini menjelaskan kerangka kesiapan manajemen; penentuan kewajiban dan penerapan untuk entitas tertentu tetap harus merujuk pada naskah standar dan ketentuan regulator yang berlaku.</p>
</section>
<nav class="ps-toc" aria-label="Daftar isi">
    <strong>Daftar isi</strong></p>
<ol>
<li><a href="#fungsi-pspk1">Fungsi dan ruang lingkup PSPK 1</a></li>
<li><a href="#landasan-konseptual">Landasan konseptual</a></li>
<li><a href="#empat-konten-inti">Empat konten inti</a></li>
<li><a href="#disclosure-chain">PSPK 1 Disclosure Chain</a></li>
<li><a href="#langkah-kesiapan">Langkah kesiapan perusahaan</a></li>
</ol>
</nav>
<h2 id="fungsi-pspk1">Apa Fungsi dan Ruang Lingkup PSPK 1?</h2>
<p>DSK IAI mengesahkan PSPK 1 dan PSPK 2 pada 1 Juli 2025. Menurut IAI, PSPK 1 mengatur landasan konseptual, persyaratan umum, pertimbangan, ketidakpastian dan kesalahan. Standar ini berfokus pada risiko dan peluang terkait keberlanjutan yang diperkirakan cukup dapat memengaruhi prospek entitas. PSPK 2 kemudian menerapkan kerangka tersebut secara khusus pada risiko dan peluang terkait iklim.</p>
<p>Orientasi ini berbeda dari pengumpulan semua indikator ESG tanpa seleksi. Tim perlu menguji bagaimana suatu risiko atau peluang dapat berkaitan dengan arus kas, akses terhadap pembiayaan, atau biaya modal dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang. Penilaian itu bersifat spesifik terhadap fakta dan keadaan entitas, bukan daftar isu seragam untuk setiap perusahaan.</p>
<aside class="ps-insight" aria-labelledby="batas-penerapan">
<h3 id="batas-penerapan">Batas penting sebelum menerapkan</h3>
<p>Tanggal efektif standar tidak boleh diterjemahkan sebagai pernyataan bahwa setiap badan usaha memiliki kewajiban dan jadwal penerapan yang identik. Entitas perlu memeriksa keputusan regulator, ruang lingkup pelaporan, ketentuan transisi, dan naskah PSPK yang berlaku untuk kondisinya.</p>
</aside>
<h2 id="landasan-konseptual">Empat Landasan Konseptual yang Mengubah Cara Kerja Tim</h2>
<h3>Penyajian wajar</h3>
<p>Informasi perlu relevan dan merepresentasikan secara tepat apa yang dimaksudkan untuk direpresentasikan. Karakteristik pembanding seperti keterbandingan, keterverifikasian, ketepatan waktu, dan keterpahaman membantu pengguna menilai kualitas informasi. Konsekuensi praktisnya adalah definisi metrik, asumsi, sumber data, dan perubahan metode harus terdokumentasi.</p>
<h3>Materialitas</h3>
<p>Materialitas dalam PSPK 1 berorientasi pada keputusan pengguna utama laporan informasi keuangan. Informasi perlu dinilai berdasarkan apakah penghilangan, salah saji, atau pengaburannya diperkirakan cukup dapat memengaruhi keputusan pengguna. Karena itu, materialitas bukan sekadar skor survei stakeholder dan bukan pula ambang kuantitatif universal.</p>
<h3>Entitas pelapor</h3>
<p>Pengungkapan perlu memiliki batas pelaporan yang jelas dan konsisten dengan laporan keuangan terkait. Perusahaan juga harus memahami hubungan dengan rantai nilai ketika risiko atau peluang muncul di luar operasi langsung tetapi dapat memengaruhi prospek entitas.</p>
<h3>Informasi terhubung</h3>
<p>Pengguna perlu dapat memahami hubungan antarrisiko dan peluang, hubungan antarbagian pengungkapan, serta keterkaitan dengan laporan keuangan. Data keberlanjutan, narasi strategi, asumsi keuangan, dan keputusan alokasi modal tidak seharusnya saling bertentangan.</p>
<h2 id="empat-konten-inti">Empat Konten Inti PSPK 1</h2>
<ol>
<li><strong>Tata kelola:</strong> proses, kontrol, dan prosedur yang digunakan untuk mengawasi serta mengelola risiko dan peluang keberlanjutan.</li>
<li><strong>Strategi:</strong> bagaimana risiko dan peluang memengaruhi model bisnis, rantai nilai, strategi, pengambilan keputusan, serta prospek keuangan.</li>
<li><strong>Manajemen risiko:</strong> proses untuk mengidentifikasi, menilai, memprioritaskan, dan memantau risiko dan peluang, termasuk keterhubungannya dengan proses manajemen risiko keseluruhan.</li>
<li><strong>Metrik dan target:</strong> ukuran yang digunakan untuk memantau kinerja dan kemajuan terhadap target yang ditetapkan atau diwajibkan oleh hukum maupun regulasi.</li>
</ol>
<p>Empat bagian ini bukan empat narasi yang berdiri sendiri. Contohnya, risiko yang disebut material pada bagian strategi perlu memiliki pemilik, proses pemantauan, metrik, target bila relevan, dan bukti bagaimana dewan atau manajemen menjalankan pengawasan.</p>
<h2 id="disclosure-chain">PSPK 1 Disclosure Chain: Dari Keputusan ke Bukti</h2>
<div class="ps-table-wrap" role="region" aria-label="PSPK 1 Disclosure Chain" tabindex="0">
<table>
<thead>
<tr>
<th scope="col">Tahap</th>
<th scope="col">Pertanyaan keputusan</th>
<th scope="col">Bukti yang perlu tersedia</th>
</tr>
</thead>
<tbody>
<tr>
<th scope="row">1. Identifikasi</th>
<td>Risiko atau peluang apa yang dapat memengaruhi prospek?</td>
<td>Daftar isu, sumber identifikasi, horizon waktu, dan batas rantai nilai.</td>
</tr>
<tr>
<th scope="row">2. Materialitas</th>
<td>Informasi apa yang dapat memengaruhi keputusan pengguna utama?</td>
<td>Metode, judgement, asumsi, keputusan inklusi atau eksklusi, dan pihak yang menyetujui.</td>
</tr>
<tr>
<th scope="row">3. Konektivitas</th>
<td>Bagaimana isu terhubung dengan strategi dan angka keuangan?</td>
<td>Risk register, rencana bisnis, anggaran, capex, asumsi, dan rekonsiliasi.</td>
</tr>
<tr>
<th scope="row">4. Pengukuran</th>
<td>Metrik apa yang mewakili paparan dan kinerja?</td>
<td>Data dictionary, boundary, metode, sumber, owner, frekuensi, dan kontrol.</td>
</tr>
<tr>
<th scope="row">5. Pengungkapan</th>
<td>Apakah empat konten inti menceritakan satu rantai yang konsisten?</td>
<td>Draft disclosure, cross-reference, data lineage, dan catatan perubahan.</td>
</tr>
<tr>
<th scope="row">6. Sign-off</th>
<td>Siapa meninjau ketepatan dan kecukupan bukti?</td>
<td>Review log, penyelesaian isu, persetujuan fungsi, dan pernyataan kepatuhan yang sah.</td>
</tr>
</tbody>
</table></div>
<p>Disclosure Chain ini adalah alat kerja yang disusun Proxsis untuk menguji keterhubungan proses. Ia bukan pengganti paragraf standar, interpretasi IAI, atau ketentuan regulator.</p>
<h2 id="langkah-kesiapan">Lima Langkah Kesiapan PSPK 1</h2>
<h3>1. Tetapkan sponsor dan mandat lintas fungsi</h3>
<p>Tentukan pengawasan, penanggung jawab program, pemilik keputusan, serta jalur eskalasi. RACI perlu membedakan siapa yang menghasilkan data, menilai materialitas, meninjau pengungkapan, dan memberi persetujuan.</p>
<h3>2. Lakukan gap assessment terhadap proses yang sudah ada</h3>
<p>Bandingkan laporan tahunan, laporan keberlanjutan, ERM, strategi, dan kontrol internal dengan komponen PSPK 1. Perusahaan dapat memulai dengan <a href="https://sustainability.proxsisgroup.com/executive-sustainability-assessment/">Executive Sustainability Assessment</a> untuk memetakan baseline manajemen, tanpa menganggap hasilnya sebagai opini kepatuhan.</p>
<h3>3. Pilot pada beberapa risiko dan peluang prioritas</h3>
<p>Pilih isu yang paling jelas hubungannya dengan prospek, kemudian telusuri dari keputusan materialitas sampai metrik dan bukti. Pilot yang sempit biasanya lebih berguna daripada inventarisasi indikator yang luas tetapi tidak dapat diverifikasi.</p>
<h3>4. Selaraskan kalender pelaporan</h3>
<p>IAI memasukkan lokasi dan waktu pelaporan serta informasi komparatif sebagai persyaratan umum. Tim perlu menyelaraskan cut-off, frekuensi data, review, dan sign-off dengan kalender laporan keuangan dan laporan tahunan.</p>
<h3>5. Jalankan dry run</h3>
<p>Susun pengungkapan percobaan, uji konsistensi antarbagian, telusuri sampel data ke sumbernya, dan catat judgement serta ketidakpastian. Dukungan <a href="https://sustainability.proxsisgroup.com/esg-reporting-assurance/">ESG Reporting &amp; Assurance</a> dapat diarahkan pada desain proses dan kesiapan bukti, bukan sekadar penyuntingan laporan di tahap akhir.</p>
<h2>Kesalahan yang Perlu Dihindari</h2>
<ul>
<li>Menyamakan daftar topik ESG yang luas dengan penilaian materialitas keuangan terkait keberlanjutan.</li>
<li>Menulis empat konten inti secara terpisah sehingga risiko, keputusan, metrik, dan angka keuangan tidak saling terhubung.</li>
<li>Menyatakan kepatuhan PSPK sebelum seluruh persyaratan yang relevan dinilai dan dipenuhi.</li>
<li>Menggunakan data agregat tanpa definisi, boundary, owner, bukti sumber, dan kontrol perubahan.</li>
<li>Menunggu periode pelaporan tanpa melakukan dry run dan penyelesaian gap lintas fungsi.</li>
</ul>
<h2>Pertanyaan yang Sering Diajukan</h2>
<h3>Kapan PSPK 1 mulai efektif?</h3>
<p>IAI menetapkan PSPK 1 efektif untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2027. Penerapan aktual oleh suatu entitas tetap harus mempertimbangkan ketentuan regulator dan naskah standar yang berlaku.</p>
<h3>Apakah PSPK 1 hanya membahas iklim?</h3>
<p>PSPK 1 memberikan persyaratan umum untuk risiko dan peluang terkait keberlanjutan. PSPK 2 secara khusus membahas iklim. Ketentuan transisi climate-first perlu dibaca langsung pada naskah PSPK sebelum perusahaan menentukan roadmap pelaporannya.</p>
<h3>Apakah laporan GRI otomatis memenuhi PSPK 1?</h3>
<p>Tidak otomatis. GRI dan PSPK dapat saling mendukung, tetapi tujuan pengguna, konsep materialitas, serta struktur pengungkapannya berbeda. Lihat juga <a href="https://sustainability.proxsisgroup.com/cara-menyusun-laporan-keberlanjutan-sustainability-report-sesuai-pojk-51-gri/">panduan laporan keberlanjutan POJK 51 dan GRI</a> untuk memahami konteks pelaporan yang sudah berjalan.</p>
<aside class="ps-cta" aria-labelledby="cta-pspk1">
<h2 id="cta-pspk1">Petakan Baseline Sebelum Menambah Sistem Baru</h2>
<p>Uji tata kelola, strategi, data, kontrol, dan kesiapan implementasi perusahaan melalui assessment yang sudah tersedia.</p>
<p>    <a href="https://sustainability.proxsisgroup.com/executive-sustainability-assessment/">Mulai Executive Sustainability Assessment</a><br />
  </aside>
<section class="ps-related" aria-labelledby="terkait-pspk1">
<h2 id="terkait-pspk1">Insight dan Solusi Terkait</h2>
<ul>
<li><a href="https://sustainability.proxsisgroup.com/insight/">Jelajahi Sustainability Insight Hub</a></li>
<li><a href="https://sustainability.proxsisgroup.com/esg-reporting-assurance/">Bangun proses ESG Reporting &amp; Assurance</a></li>
<li><a href="https://sustainability.proxsisgroup.com/cara-menyusun-laporan-keberlanjutan-sustainability-report-sesuai-pojk-51-gri/">Pelajari pelaporan keberlanjutan POJK 51 dan GRI</a></li>
</ul>
</section>
<section class="ps-sources" aria-labelledby="sumber-pspk1">
<h2 id="sumber-pspk1">Sumber Rujukan</h2>
<ul>
<li><a href="https://web.iaiglobal.or.id/Berita-IAI/detail/dsk_iai_sahkan_standar_pengungkapan_keberlanjutan_pspk_1_dan_pspk_2" rel="nofollow noopener">Ikatan Akuntan Indonesia — Pengesahan PSPK 1 dan PSPK 2</a></li>
<li><a href="https://web.iaiglobal.or.id/assets/files/file_sak/exposure-draft/PSPK%201%20-%20Draf%20Eksposur.pdf" rel="nofollow noopener">DSK IAI — Draf Eksposur PSPK 1</a></li>
<li><a href="https://www.ifrs.org/content/dam/ifrs/publications/html-standards-issb/english/2025/issued/issbs1.html" rel="nofollow noopener">IFRS Foundation — IFRS S1 General Requirements</a></li>
</ul>
</section>
</article>
<aside class="ps-sr-training-bridge" style="padding:22px;border:1px solid #d5e4da;border-radius:12px;background:#f5f9f6;margin:28px 0">
<p><strong>Perkuat kemampuan tim dalam sustainability reporting.</strong> Mulai dari <a href="https://sustainability.proxsisgroup.com/pelatihan-sustainability-report-dasar/">pelatihan dasar sustainability reporting</a> untuk memahami konsep dan kesiapan data, atau ikuti <a href="https://sustainability.proxsisgroup.com/training-sustainability-report/">Training Sustainability Report GRI &amp; OJK</a> untuk latihan pemetaan pengungkapan dan penyusunan bagian laporan. <a href="https://sustainability.proxsisgroup.com/training-sustainability-report/#form">Minta silabus dan penawaran</a> sesuai kebutuhan tim.</p>
</aside>
<p>The post <a href="https://sustainability.proxsisgroup.com/pspk-1/">PSPK 1 Adalah Fondasi Pengungkapan Keberlanjutan: Panduan Perusahaan</a> appeared first on <a href="https://sustainability.proxsisgroup.com">Sustainability Proxsis Group</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sustainability.proxsisgroup.com/pspk-1/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PSPK 1 dan PSPK 2: Panduan Persiapan Perusahaan Menuju 1 Januari 2027</title>
		<link>https://sustainability.proxsisgroup.com/pspk-2027/</link>
					<comments>https://sustainability.proxsisgroup.com/pspk-2027/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[hisyam]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2026 02:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[ESG Reporting & Disclosure]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[PSPK 1]]></category>
		<category><![CDATA[PSPK 2]]></category>
		<category><![CDATA[Sustainability Disclosure]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sustainability.proxsisgroup.com/?p=1994</guid>

					<description><![CDATA[<p>Panduan PSPK 1 dan PSPK 2 untuk menilai kesiapan tata kelola, data, risiko, metrik, kontrol, dan pelaporan perusahaan menuju 1 Januari 2027.</p>
<p>The post <a href="https://sustainability.proxsisgroup.com/pspk-2027/">PSPK 1 dan PSPK 2: Panduan Persiapan Perusahaan Menuju 1 Januari 2027</a> appeared first on <a href="https://sustainability.proxsisgroup.com">Sustainability Proxsis Group</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<article class="ps-article">
<figure class="ps-featured-media">
  <img fetchpriority="high" src="https://sustainability.proxsisgroup.com/wp-content/uploads/2026/09/cp-001-pspk-2027.webp" alt="Ilustrasi alur kesiapan data dan pelaporan perusahaan untuk PSPK 2027" width="1200" height="630" loading="eager" decoding="async" fetchpriority="high"><br />
</figure>
<p class="ps-dek"><strong>PSPK 1 dan PSPK 2</strong> adalah fondasi Standar Pengungkapan Keberlanjutan Indonesia yang efektif pada 1 Januari 2027. Persiapan perusahaan bukan sekadar menambah bab pada laporan tahunan. Organisasi perlu menyatukan tata kelola, proses identifikasi risiko dan peluang, data lintas fungsi, metrik, kontrol, serta jadwal pelaporan agar informasi keberlanjutan dapat digunakan bersama informasi keuangan.</p>
<p class="ps-article-meta"><strong>Ditulis oleh: hisyam</strong> · Ditinjau 6 September 2026 oleh AI Specialist Agent — PSPK &amp; Reporting · Waktu baca: sekitar 10 menit</p>
<section class="ps-summary" aria-labelledby="ringkasan-eksekutif">
<h2 id="ringkasan-eksekutif">Ringkasan Eksekutif</h2>
<p>Ikatan Akuntan Indonesia menetapkan PSPK 1 tentang persyaratan umum pengungkapan informasi keuangan terkait keberlanjutan dan PSPK 2 tentang pengungkapan terkait iklim, keduanya efektif 1 Januari 2027. Karena standar ini konvergen dengan IFRS Sustainability Disclosure Standards, perusahaan perlu memperlakukan pengungkapan keberlanjutan sebagai bagian dari sistem informasi untuk pengambilan keputusan investor, bukan sebagai narasi komunikasi yang berdiri sendiri.</p>
<p>Langkah praktisnya adalah menjalankan asesmen kesiapan pada enam workstream: tata kelola, materialitas finansial, risiko dan peluang, data dan metrik, kontrol dan assurance, serta integrasi proses pelaporan. Ruang lingkup penerapan dan interpretasi teknis tetap perlu dikonfirmasi dengan pihak yang kompeten dan ketentuan terbaru yang relevan bagi perusahaan.</p>
</section>
<nav class="ps-toc" aria-label="Daftar isi">
    <strong>Daftar isi</strong></p>
<ol>
<li><a href="#apa-itu-pspk">Apa itu PSPK 1 dan PSPK 2?</a></li>
<li><a href="#mengapa-persiapan">Mengapa persiapan perlu dimulai dari sistem?</a></li>
<li><a href="#readiness-map">PSPK Readiness Map</a></li>
<li><a href="#roadmap">Roadmap 30/60/90 hari</a></li>
<li><a href="#kesalahan">Kesalahan yang perlu dihindari</a></li>
</ol>
</nav>
<h2 id="apa-itu-pspk">Apa Itu PSPK 1 dan PSPK 2?</h2>
<p>PSPK 1 mengatur kerangka umum untuk mengungkapkan informasi keuangan terkait keberlanjutan. Fokusnya adalah informasi mengenai risiko dan peluang keberlanjutan yang relevan bagi prospek perusahaan dan berguna bagi pengguna laporan keuangan bertujuan umum. PSPK 2 melengkapi kerangka tersebut dengan persyaratan yang khusus membahas risiko dan peluang terkait iklim.</p>
<p>Keduanya dirancang untuk digunakan sebagai satu sistem. Perusahaan tidak cukup hanya mengumpulkan data emisi. Tim juga perlu menjelaskan bagaimana dewan dan manajemen mengawasi isu tersebut, bagaimana risiko masuk ke proses manajemen risiko, dampaknya terhadap strategi, serta metrik dan target yang digunakan untuk memantau kinerja.</p>
<p>IAI menyatakan kedua standar efektif pada 1 Januari 2027. Namun, tanggal efektif tidak boleh diterjemahkan sebagai klaim bahwa setiap entitas memiliki ruang lingkup dan kewajiban yang identik. Penilaian penerapan harus mempertimbangkan ketentuan terbaru, karakteristik entitas, dan arahan regulator yang relevan. Artikel ini adalah panduan kesiapan manajemen, bukan opini akuntansi atau hukum.</p>
<h2 id="mengapa-persiapan">Mengapa Persiapan PSPK Perlu Dimulai dari Sistem, Bukan dari Penulisan Laporan?</h2>
<p>Laporan adalah keluaran terakhir. Sebelum angka dan narasi dapat ditulis, perusahaan harus mengetahui siapa yang memiliki data, definisi apa yang digunakan, seberapa sering data diperbarui, bagaimana perubahan diperiksa, dan siapa yang menyetujui informasi tersebut. Jika pekerjaan baru dimulai ketika musim pelaporan tiba, tim akan cenderung mengandalkan spreadsheet terpisah, rekonsiliasi manual, dan penjelasan yang sulit ditelusuri.</p>
<p>IFRS S1 dan IFRS S2, yang menjadi basis konvergensi PSPK, menempatkan informasi keberlanjutan dekat dengan kebutuhan pengguna laporan keuangan. Konsekuensinya, Sustainability tidak bisa bekerja sendiri. Finance, Risk, Strategy, Operations, Procurement, HR, Legal, Internal Audit, dan Corporate Secretary perlu memiliki pembagian peran yang jelas.</p>
<aside class="ps-insight" aria-labelledby="makna-perusahaan">
<h3 id="makna-perusahaan">Apa Artinya bagi Perusahaan Indonesia?</h3>
<p>Kesenjangan terbesar biasanya bukan ketiadaan satu angka, melainkan ketidakjelasan hubungan antara isu keberlanjutan, dampaknya terhadap prospek bisnis, keputusan manajemen, dan bukti data. Karena itu, asesmen awal sebaiknya menguji rantai informasi dari sumber data sampai persetujuan laporan.</p>
</aside>
<h2 id="readiness-map">PSPK Readiness Map: Enam Workstream yang Perlu Diuji</h2>
<div class="ps-table-wrap" role="region" aria-label="Matriks kesiapan PSPK" tabindex="0">
<table>
<thead>
<tr>
<th scope="col">Workstream</th>
<th scope="col">Pertanyaan utama</th>
<th scope="col">Bukti awal</th>
</tr>
</thead>
<tbody>
<tr>
<th scope="row">1. Tata kelola</th>
<td>Siapa mengawasi risiko dan peluang keberlanjutan, dan bagaimana keputusan dieskalasikan?</td>
<td>Mandat komite, RACI, agenda rapat, dan jalur persetujuan.</td>
</tr>
<tr>
<th scope="row">2. Materialitas finansial</th>
<td>Isu apa yang secara wajar dapat memengaruhi arus kas, akses pembiayaan, atau biaya modal?</td>
<td>Daftar isu, metode penilaian, horizon waktu, dan alasan prioritas.</td>
</tr>
<tr>
<th scope="row">3. Risiko, peluang, dan strategi</th>
<td>Bagaimana isu terhubung dengan ERM, strategi, anggaran, dan rencana bisnis?</td>
<td>Risk register, scenario assumptions, keputusan investasi, dan respons strategis.</td>
</tr>
<tr>
<th scope="row">4. Data dan metrik</th>
<td>Apakah definisi, boundary, pemilik, frekuensi, dan sumber data konsisten?</td>
<td>Data dictionary, data lineage, daftar metrik, sumber sistem, dan kalkulasi.</td>
</tr>
<tr>
<th scope="row">5. Kontrol dan assurance</th>
<td>Bisakah angka dan pernyataan ditelusuri, diuji, dan direkonsiliasi?</td>
<td>Kontrol preventif/detektif, evidence log, rekonsiliasi, dan catatan perubahan.</td>
</tr>
<tr>
<th scope="row">6. Integrasi pelaporan</th>
<td>Apakah jadwal dan tanggung jawab disclosure selaras dengan financial close?</td>
<td>Kalender pelaporan, template disclosure, review gate, dan sign-off.</td>
</tr>
</tbody>
</table></div>
<p>Readiness Map ini adalah alat diagnosis awal, bukan daftar persyaratan pengganti standar. Hasilnya sebaiknya berupa register gap yang menunjukkan dampak, pemilik, bukti yang tersedia, keputusan yang diperlukan, dan target penyelesaian. Dengan cara ini, manajemen dapat membedakan gap yang berisiko tinggi dari pekerjaan dokumentasi yang relatif sederhana.</p>
<h2 id="roadmap">Roadmap Persiapan 30/60/90 Hari</h2>
<h3>30 hari pertama: tetapkan ruang lingkup dan baseline</h3>
<p>Bentuk steering group lintas fungsi, konfirmasi sponsor eksekutif, inventarisasi sumber data, dan petakan proses pelaporan yang sudah ada. Bandingkan kondisi tersebut dengan struktur PSPK 1 dan PSPK 2 menggunakan daftar gap yang memiliki owner. Pada tahap ini, prioritaskan keputusan ruang lingkup dan isu yang berpotensi material; jangan langsung membeli platform sebelum kebutuhan dan aliran datanya dipahami.</p>
<h3>Hari 31–60: uji data, proses, dan keterhubungan</h3>
<p>Pilih beberapa disclosure prioritas untuk pilot. Telusuri data dari sumber operasional sampai angka agregat, uji definisi dan boundary, lalu hubungkan hasilnya dengan risk register, strategi, dan anggaran. Gunakan temuan untuk memperbaiki data dictionary serta pembagian peran. Bila kesiapan data karbon masih belum jelas, perusahaan dapat memakai <a href="https://sustainability.proxsisgroup.com/carbon-data-readiness-assessment/">Carbon Data Readiness Assessment</a> sebagai pemeriksaan awal yang terpisah dari penilaian kepatuhan.</p>
<h3>Hari 61–90: lakukan dry run dan perbaiki kontrol</h3>
<p>Susun disclosure percobaan menggunakan data yang tersedia, lalu minta tim Finance, Risk, Sustainability, dan Internal Audit menilai konsistensi, keterlacakan, serta kecukupan bukti. Dry run bertujuan menemukan gap sebelum periode pelaporan, bukan menghasilkan dokumen publik prematur. Catat asumsi dan area yang masih memerlukan keputusan SME atau regulator.</p>
<h2 id="kesalahan">Lima Kesalahan yang Perlu Dihindari</h2>
<ol>
<li><strong>Memperlakukan PSPK sebagai proyek Sustainability saja.</strong> Data dan keputusan tersebar lintas fungsi.</li>
<li><strong>Menyalin struktur IFRS tanpa memeriksa konteks Indonesia.</strong> Konvergensi tidak menghapus kebutuhan membaca standar dan ketentuan lokal yang berlaku.</li>
<li><strong>Mengumpulkan semua data tanpa prioritas.</strong> Mulailah dari risiko dan peluang yang relevan bagi prospek bisnis.</li>
<li><strong>Mengabaikan data lineage dan kontrol.</strong> Angka yang terlihat rapi belum tentu dapat ditelusuri atau diuji.</li>
<li><strong>Menunggu laporan tahunan berikutnya.</strong> Kesenjangan tata kelola dan data membutuhkan keputusan lintas fungsi yang tidak dapat diselesaikan dalam beberapa hari.</li>
</ol>
<h2>Pertanyaan yang Sering Diajukan</h2>
<h3>Kapan PSPK 1 dan PSPK 2 efektif?</h3>
<p>IAI menetapkan PSPK 1 dan PSPK 2 efektif pada 1 Januari 2027. Perusahaan tetap perlu memeriksa ketentuan terbaru dan ruang lingkup penerapan yang relevan bagi entitasnya.</p>
<h3>Apakah PSPK sama dengan laporan keberlanjutan berbasis GRI?</h3>
<p>Keduanya dapat saling mendukung, tetapi memiliki tujuan dan audiens yang tidak identik. PSPK berfokus pada informasi keuangan terkait keberlanjutan yang relevan bagi pengguna laporan keuangan bertujuan umum. GRI berfokus pada dampak organisasi terhadap ekonomi, lingkungan, dan masyarakat. Pemetaan interoperabilitas perlu dilakukan tanpa menganggap satu laporan otomatis memenuhi seluruh kebutuhan lainnya.</p>
<h3>Siapa yang seharusnya memimpin program kesiapan?</h3>
<p>Sponsor eksekutif dapat berada di Finance, Corporate Secretary, atau fungsi lain sesuai tata kelola perusahaan. Yang terpenting adalah mandat lintas fungsi, keterlibatan Sustainability dan Risk, serta jalur keputusan yang jelas.</p>
<aside class="ps-cta" aria-labelledby="cta-pspk">
<h2 id="cta-pspk">Mulai dari Baseline Kesiapan yang Terukur</h2>
<p>Sebelum checklist PSPK khusus tersedia, gunakan penilaian eksekutif Proxsis untuk memetakan kondisi awal tata kelola, strategi, data, dan implementasi keberlanjutan perusahaan.</p>
<p>    <a href="https://sustainability.proxsisgroup.com/executive-sustainability-assessment/">Mulai Executive Sustainability Assessment</a><br />
  </aside>
<section class="ps-related" aria-labelledby="terkait-pspk">
<h2 id="terkait-pspk">Insight dan Solusi Terkait</h2>
<ul>
<li><a href="https://sustainability.proxsisgroup.com/insight/">Jelajahi Sustainability Insight Hub</a></li>
<li><a href="https://sustainability.proxsisgroup.com/esg-reporting-assurance/">Siapkan proses ESG Reporting &amp; Assurance</a></li>
<li><a href="https://sustainability.proxsisgroup.com/cara-menyusun-laporan-keberlanjutan-sustainability-report-sesuai-pojk-51-gri/">Panduan menyusun laporan keberlanjutan sesuai POJK 51 dan GRI</a></li>
</ul>
</section>
<section class="ps-sources" aria-labelledby="sumber-pspk">
<h2 id="sumber-pspk">Sumber Rujukan</h2>
<ul>
<li><a href="https://web.iaiglobal.or.id/Berita-IAI/detail/standar_pengungkapan_keberlanjutan_efektif_per_1_januari_2027" rel="nofollow noopener">Ikatan Akuntan Indonesia — Standar Pengungkapan Keberlanjutan Efektif Per 1 Januari 2027</a></li>
<li><a href="https://web.iaiglobal.or.id/Berita-IAI/detail/dsk_iai_sahkan_standar_pengungkapan_keberlanjutan_pspk_1_dan_pspk_2" rel="nofollow noopener">Ikatan Akuntan Indonesia — Pengesahan PSPK 1 dan PSPK 2</a></li>
<li><a href="https://www.ifrs.org/issued-standards/ifrs-sustainability-standards-navigator/ifrs-s1-general-requirements/" rel="nofollow noopener">IFRS Foundation — IFRS S1 General Requirements</a></li>
<li><a href="https://www.ifrs.org/sustainability/knowledge-hub/introduction-to-issb-and-ifrs-sustainability-disclosure-standards/" rel="nofollow noopener">IFRS Foundation — Introduction to the ISSB and IFRS Sustainability Disclosure Standards</a></li>
<li><a href="https://www.globalreporting.org/standards/" rel="nofollow noopener">Global Reporting Initiative — GRI Standards</a></li>
</ul>
</section>
</article>
<aside class="ps-sr-training-bridge" style="padding:22px;border:1px solid #d5e4da;border-radius:12px;background:#f5f9f6;margin:28px 0">
<p><strong>Perkuat kemampuan tim dalam sustainability reporting.</strong> Mulai dari <a href="https://sustainability.proxsisgroup.com/pelatihan-sustainability-report-dasar/">pelatihan dasar sustainability reporting</a> untuk memahami konsep dan kesiapan data, atau ikuti <a href="https://sustainability.proxsisgroup.com/training-sustainability-report/">Training Sustainability Report GRI &amp; OJK</a> untuk latihan pemetaan pengungkapan dan penyusunan bagian laporan. <a href="https://sustainability.proxsisgroup.com/training-sustainability-report/#form">Minta silabus dan penawaran</a> sesuai kebutuhan tim.</p>
</aside>
<p>The post <a href="https://sustainability.proxsisgroup.com/pspk-2027/">PSPK 1 dan PSPK 2: Panduan Persiapan Perusahaan Menuju 1 Januari 2027</a> appeared first on <a href="https://sustainability.proxsisgroup.com">Sustainability Proxsis Group</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sustainability.proxsisgroup.com/pspk-2027/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
