<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PSPK 2 Archives - Sustainability Proxsis Group</title>
	<atom:link href="https://sustainability.proxsisgroup.com/tag/pspk-2/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://sustainability.proxsisgroup.com/tag/pspk-2/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 23 Oct 2026 01:50:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://sustainability.proxsisgroup.com/wp-content/uploads/2025/08/cropped-Salinan-dari-Desain-Tanpa-Judul-1-32x32.png</url>
	<title>PSPK 2 Archives - Sustainability Proxsis Group</title>
	<link>https://sustainability.proxsisgroup.com/tag/pspk-2/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>PSPK 2 Adalah Standar Pengungkapan Iklim: Apa yang Berubah?</title>
		<link>https://sustainability.proxsisgroup.com/pspk-2/</link>
					<comments>https://sustainability.proxsisgroup.com/pspk-2/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[hisyam]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2026 02:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[ESG Reporting & Disclosure]]></category>
		<category><![CDATA[Climate Disclosure]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[PSPK 2]]></category>
		<category><![CDATA[Risiko Iklim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sustainability.proxsisgroup.com/?p=2000</guid>

					<description><![CDATA[<p>PSPK 2 adalah standar pengungkapan terkait iklim. Pahami risiko fisik dan transisi, skenario iklim, metrik, data, serta langkah kesiapan.</p>
<p>The post <a href="https://sustainability.proxsisgroup.com/pspk-2/">PSPK 2 Adalah Standar Pengungkapan Iklim: Apa yang Berubah?</a> appeared first on <a href="https://sustainability.proxsisgroup.com">Sustainability Proxsis Group</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<article class="ps-article">
<figure class="ps-featured-media">
  <img fetchpriority="high" src="https://sustainability.proxsisgroup.com/wp-content/uploads/2026/09/cp-003-pspk-2.webp" alt="Ilustrasi PSPK 2 yang menghubungkan risiko iklim, strategi, metrik, dan pelaporan perusahaan" width="1200" height="630" loading="eager" decoding="async" fetchpriority="high"><br />
</figure>
<p class="ps-dek"><strong>PSPK 2 adalah</strong> standar pengungkapan terkait iklim di Indonesia yang berfokus pada risiko fisik, risiko transisi, dan peluang terkait iklim yang diperkirakan cukup dapat memengaruhi prospek entitas. PSPK 2 menggunakan empat konten inti—tata kelola, strategi, manajemen risiko, serta metrik dan target—dan efektif untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2027.</p>
<p class="ps-article-meta"><strong>Ditulis oleh: hisyam</strong> · Ditinjau 6 September 2026 oleh AI Specialist Agent — PSPK &amp; Reporting · Waktu baca: sekitar 12 menit</p>
<section class="ps-summary" aria-labelledby="ringkasan-pspk2">
<h2 id="ringkasan-pspk2">Ringkasan Eksekutif</h2>
<p>Perubahan utama PSPK 2 bukan sekadar penambahan tabel emisi. Perusahaan perlu menghubungkan pengawasan iklim, risiko dan peluang yang telah diidentifikasi, dampaknya terhadap model bisnis dan strategi, ketahanan iklim, proses manajemen risiko, metrik lintas industri, target, dan keputusan alokasi modal.</p>
<p>Data emisi tetap penting, tetapi tidak cukup berdiri sendiri. Pengungkapan yang kuat memerlukan bukti tentang lokasi aset yang terpapar risiko fisik, asumsi kebijakan dan teknologi, horizon waktu, dampak keuangan, data lineage, metode pengukuran, serta interpretasi hasil analisis skenario. Kewajiban entitas tertentu harus dikonfirmasi melalui standar final dan ketentuan regulator yang berlaku.</p>
</section>
<nav class="ps-toc" aria-label="Daftar isi">
    <strong>Daftar isi</strong></p>
<ol>
<li><a href="#ruang-lingkup-pspk2">Ruang lingkup PSPK 2</a></li>
<li><a href="#empat-perubahan">Empat perubahan proses</a></li>
<li><a href="#skenario-iklim">Analisis skenario dan ketahanan iklim</a></li>
<li><a href="#metrik-iklim">Metrik dan data iklim</a></li>
<li><a href="#evidence-map">Climate Disclosure Evidence Map</a></li>
<li><a href="#roadmap-90">Roadmap 90 hari</a></li>
</ol>
</nav>
<h2 id="ruang-lingkup-pspk2">Apa Ruang Lingkup PSPK 2?</h2>
<p>DSK IAI mengesahkan PSPK 2 bersama PSPK 1 pada 1 Juli 2025 dan menyatakan keduanya tidak memiliki perbedaan substansi dari draf eksposurnya. PSPK 2 merujuk pada IFRS S2 Climate-related Disclosures dengan penyesuaian tanggal efektif dan ketentuan transisi tertentu untuk konteks Indonesia.</p>
<p>Risiko fisik terkait iklim dapat bersifat akut, seperti peristiwa cuaca ekstrem, atau kronis, seperti perubahan pola curah hujan, kenaikan temperatur, dan kenaikan muka laut. Risiko transisi muncul ketika ekonomi bergerak menuju kondisi yang lebih rendah karbon dan dapat berkaitan dengan kebijakan, hukum, teknologi, pasar, atau reputasi. Peluang iklim dapat muncul dari efisiensi sumber daya, sumber energi, produk atau jasa baru, pasar baru, dan ketahanan yang meningkat.</p>
<p>PSPK 2 tidak meminta perusahaan menuliskan setiap risiko iklim yang mungkin dibayangkan. Fokusnya adalah risiko dan peluang yang diperkirakan cukup dapat memengaruhi prospek entitas. Penilaian tersebut harus selaras dengan prinsip materialitas dan informasi terhubung dalam PSPK 1.</p>
<h2 id="empat-perubahan">Empat Perubahan Proses untuk Climate Disclosure</h2>
<h3>1. Pengawasan perlu terlihat dalam keputusan</h3>
<p>Pengungkapan tata kelola perlu menjelaskan proses, kontrol, dan prosedur pengawasan. Daftar nama komite saja tidak memadai apabila tidak menunjukkan mandat, frekuensi informasi, kompetensi, keputusan yang diambil, dan bagaimana kinerja iklim dipantau.</p>
<h3>2. Risiko iklim perlu terhubung dengan strategi dan keuangan</h3>
<p>Perusahaan perlu mengidentifikasi di mana risiko dan peluang terkonsentrasi dalam model bisnis dan rantai nilai, horizon waktunya, serta dampak saat ini dan yang diantisipasi terhadap posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas. Keterhubungan ini menuntut koordinasi erat antara Sustainability, Risk, Strategy, Finance, Operations, dan pemilik aset.</p>
<h3>3. Proses iklim perlu masuk ke manajemen risiko perusahaan</h3>
<p>Tim harus dapat menjelaskan masukan, parameter, sumber data, cakupan operasi, metode penilaian, cara memprioritaskan risiko, dan bagaimana hasilnya menginformasikan proses manajemen risiko keseluruhan. Register iklim yang terpisah dan tidak pernah masuk ke ERM akan sulit mendukung narasi ini.</p>
<h3>4. Metrik dan target perlu ditelusuri ke sumber</h3>
<p>Setiap metrik memerlukan definisi, boundary, metode, pemilik, frekuensi, kontrol, dan rekonsiliasi. Untuk target, tim perlu mendokumentasikan basis tahun, cakupan, metodologi, milestone, proses peninjauan, kinerja terhadap target, dan penggunaan kredit karbon bila relevan.</p>
<h2 id="skenario-iklim">Analisis Skenario dan Ketahanan Iklim</h2>
<p>PSPK 2 menempatkan analisis skenario terkait iklim sebagai alat untuk menilai ketahanan strategi dan model bisnis terhadap perubahan, perkembangan, serta ketidakpastian iklim. Pendekatan yang dipilih perlu sesuai dengan kondisi entitas dan mempertimbangkan informasi wajar dan terdukung yang tersedia tanpa biaya atau upaya berlebihan.</p>
<p>Ini tidak berarti setiap perusahaan harus langsung membangun model kuantitatif paling kompleks. IFRS Foundation menjelaskan prinsip pendekatan yang sepadan dengan keadaan entitas. Faktor yang relevan mencakup tingkat paparan risiko, keterampilan, kapabilitas, dan sumber daya. Namun, metode sederhana tetap membutuhkan alasan pemilihan, input, asumsi, horizon waktu, sumber skenario, serta interpretasi yang dapat ditinjau.</p>
<aside class="ps-insight" aria-labelledby="skenario-bukan-ramalan">
<h3 id="skenario-bukan-ramalan">Analisis skenario bukan ramalan tunggal</h3>
<p>Tujuannya bukan memilih satu masa depan yang dianggap pasti. Analisis menguji bagaimana strategi dan model bisnis bertahan pada kondisi yang berbeda. Hasil yang perlu dipahami manajemen adalah area kerentanan, kapasitas adaptasi, keputusan yang tetap kuat di beberapa skenario, dan asumsi yang paling memengaruhi kesimpulan.</p>
</aside>
<h2 id="metrik-iklim">Metrik dan Data Apa yang Perlu Disiapkan?</h2>
<p>Ringkasan resmi DE PSPK 2 mencantumkan tujuh kategori metrik lintas industri: emisi gas rumah kaca, risiko transisi, risiko fisik, peluang iklim, penyaluran modal, harga karbon internal, dan remunerasi. Tidak semua kategori berarti setiap perusahaan memakai metrik yang identik; pengungkapan perlu merepresentasikan paparan dan keputusan entitas.</p>
<p>Untuk emisi, perusahaan perlu memisahkan Cakupan 1, Cakupan 2, dan Cakupan 3 sesuai ketentuan yang berlaku. Draf resmi IAI memberikan keringanan transisi selama tiga tahun pertama sejak penerapan awal: entitas diperbolehkan menggunakan metode selain GHG Protocol Corporate Standard dan tidak mengungkapkan emisi Cakupan 3. Karena ketentuan transisi dapat berdampak material pada roadmap data, perusahaan harus membaca naskah final PSPK 2 dan kebijakan regulator sebelum mengandalkan keringanan tersebut.</p>
<p>Walau suatu keringanan tersedia, menunda seluruh kesiapan data rantai nilai dapat menciptakan risiko operasional. Pemetaan sumber data, kategori emisi yang relevan, kualitas data pemasok, faktor emisi, dan proses estimasi membutuhkan waktu. Artikel <a href="https://sustainability.proxsisgroup.com/scope-1-2-3-emisi-pengertian-perbedaan-contoh/">Scope 1, 2, dan 3 dalam pelaporan emisi</a> dapat digunakan sebagai pengantar, sedangkan <a href="https://sustainability.proxsisgroup.com/carbon-data-readiness-assessment/">Carbon Data Readiness Assessment</a> membantu memetakan kesiapan proses dan sumber data yang sudah ada.</p>
<h2 id="evidence-map">Climate Disclosure Evidence Map</h2>
<div class="ps-table-wrap" role="region" aria-label="Climate Disclosure Evidence Map" tabindex="0">
<table>
<thead>
<tr>
<th scope="col">Rantai keputusan</th>
<th scope="col">Pertanyaan manajemen</th>
<th scope="col">Bukti minimum</th>
</tr>
</thead>
<tbody>
<tr>
<th scope="row">Paparan</th>
<td>Aset, operasi, pasar, atau rantai nilai mana yang terpapar?</td>
<td>Lokasi, proses, pemasok, produk, horizon waktu, dan sumber data.</td>
</tr>
<tr>
<th scope="row">Risiko/peluang</th>
<td>Apa jalur dampaknya terhadap prospek?</td>
<td>Risk register, driver fisik/transisi, peluang, likelihood, dan magnitude.</td>
</tr>
<tr>
<th scope="row">Implikasi keuangan</th>
<td>Bagaimana dampaknya masuk ke arus kas, aset, biaya, atau pembiayaan?</td>
<td>Asumsi, anggaran, capex, impairment inputs, sensitivitas, dan rekonsiliasi.</td>
</tr>
<tr>
<th scope="row">Respons strategi</th>
<td>Keputusan apa yang diambil, kapan, dan oleh siapa?</td>
<td>Business case, keputusan investasi, rencana adaptasi/mitigasi, dan owner.</td>
</tr>
<tr>
<th scope="row">Metrik/target</th>
<td>Bagaimana paparan dan kemajuan dipantau?</td>
<td>Data dictionary, baseline, boundary, metode, target, dan progress log.</td>
</tr>
<tr>
<th scope="row">Kontrol</th>
<td>Dapatkah informasi diuji dan disetujui?</td>
<td>Data lineage, evidence log, review, rekonsiliasi, change log, dan sign-off.</td>
</tr>
</tbody>
</table></div>
<p>Evidence Map ini adalah alat diagnosis manajemen yang disusun Proxsis, bukan daftar persyaratan pengganti PSPK 2.</p>
<h2 id="roadmap-90">Roadmap Kesiapan 90 Hari</h2>
<h3>Hari 1–30: tetapkan boundary dan paparan</h3>
<p>Konfirmasi sponsor, struktur pengawasan, batas entitas, rantai nilai, lokasi aset, serta daftar risiko fisik, transisi, dan peluang. Inventarisasi data emisi, risiko, keuangan, target, capex, dan remunerasi yang tersedia. Gunakan <a href="https://sustainability.proxsisgroup.com/executive-sustainability-assessment/">Executive Sustainability Assessment</a> untuk membaca baseline organisasi tanpa mengklaim hasilnya sebagai opini kepatuhan.</p>
<h3>Hari 31–60: uji konektivitas</h3>
<p>Pilih beberapa risiko dan peluang prioritas. Petakan jalur dampak, hubungkan dengan ERM dan strategi, identifikasi implikasi keuangan, lalu uji kualitas data dan asumsi. Tentukan pendekatan analisis skenario yang sepadan dengan kondisi dan kemampuan perusahaan.</p>
<h3>Hari 61–90: dry run dan perbaikan kontrol</h3>
<p>Susun pengungkapan percobaan untuk empat konten inti. Lakukan walkthrough lintas fungsi, telusuri metrik ke sumber, uji konsistensi horizon waktu dan asumsi, dokumentasikan judgement, lalu susun backlog perbaikan yang memiliki owner dan target penyelesaian.</p>
<h2>Kesalahan yang Perlu Dihindari</h2>
<ul>
<li>Menyamakan climate disclosure dengan inventaris emisi saja.</li>
<li>Menyajikan risiko fisik dan transisi tanpa jalur dampak terhadap strategi dan prospek.</li>
<li>Memakai analisis skenario sebagai ilustrasi naratif tanpa input, asumsi, atau interpretasi yang terdokumentasi.</li>
<li>Mencampur gross emissions, target net-zero, dan rencana kredit karbon tanpa pemisahan yang jelas.</li>
<li>Mengandalkan keringanan transisi tanpa memeriksa standar final dan keputusan regulator yang relevan.</li>
</ul>
<h2>Pertanyaan yang Sering Diajukan</h2>
<h3>Apakah PSPK 2 sama dengan TCFD?</h3>
<p>PSPK 2 menggunakan empat area yang juga dikenal melalui TCFD, tetapi penerapan harus merujuk pada persyaratan PSPK 2. IFRS S2—rujukan PSPK 2—mengintegrasikan dan membangun di atas rekomendasi TCFD serta memasukkan panduan berbasis industri.</p>
<h3>Apakah analisis skenario harus berupa model kuantitatif kompleks?</h3>
<p>Pendekatan perlu sepadan dengan kondisi entitas. Kompleksitas bukan tujuan; perusahaan tetap harus menjelaskan metode, skenario, input, asumsi, horizon waktu, dan interpretasi ketahanan iklim.</p>
<h3>Apakah PSPK 2 mewajibkan perusahaan menetapkan target emisi baru?</h3>
<p>PSPK 2 mengatur pengungkapan kinerja terhadap target yang ditetapkan entitas atau diwajibkan oleh hukum atau regulasi. Artikel ini tidak menafsirkan standar sebagai kewajiban otomatis untuk menciptakan target baru; keputusan target memerlukan tata kelola dan analisis perusahaan.</p>
<aside class="ps-cta" aria-labelledby="cta-pspk2">
<h2 id="cta-pspk2">Mulai dari Kesiapan Data dan Proses</h2>
<p>Petakan sumber data, boundary, owner, kontrol, dan gap pengukuran sebelum dry run climate disclosure.</p>
<p>    <a href="https://sustainability.proxsisgroup.com/carbon-data-readiness-assessment/">Mulai Carbon Data Readiness Assessment</a><br />
  </aside>
<section class="ps-related" aria-labelledby="terkait-pspk2">
<h2 id="terkait-pspk2">Insight dan Assessment Terkait</h2>
<ul>
<li><a href="https://sustainability.proxsisgroup.com/insight/">Jelajahi Sustainability Insight Hub</a></li>
<li><a href="https://sustainability.proxsisgroup.com/executive-sustainability-assessment/">Uji baseline melalui Executive Sustainability Assessment</a></li>
<li><a href="https://sustainability.proxsisgroup.com/scope-1-2-3-emisi-pengertian-perbedaan-contoh/">Pahami Scope 1, 2, dan 3</a></li>
</ul>
</section>
<section class="ps-sources" aria-labelledby="sumber-pspk2">
<h2 id="sumber-pspk2">Sumber Rujukan</h2>
<ul>
<li><a href="https://web.iaiglobal.or.id/Berita-IAI/detail/dsk_iai_sahkan_standar_pengungkapan_keberlanjutan_pspk_1_dan_pspk_2" rel="nofollow noopener">Ikatan Akuntan Indonesia — Pengesahan PSPK 1 dan PSPK 2</a></li>
<li><a href="https://web.iaiglobal.or.id/assets/files/file_sak/exposure-draft/PSPK%202%20-%20Draf%20Eksposur.pdf" rel="nofollow noopener">DSK IAI — Draf Eksposur PSPK 2</a></li>
<li><a href="https://www.ifrs.org/issued-standards/ifrs-sustainability-standards-navigator/ifrs-s2-climate-related-disclosures/" rel="nofollow noopener">IFRS Foundation — IFRS S2 Climate-related Disclosures</a></li>
<li><a href="https://www.ifrs.org/supporting-implementation/supporting-materials-for-ifrs-sustainability-disclosure-standards/ifrs-s2/webcast-climate-resilience-scenario-analysis/" rel="nofollow noopener">IFRS Foundation — Climate resilience and scenario analysis</a></li>
</ul>
</section>
</article>
<aside class="ps-sr-training-bridge" style="padding:22px;border:1px solid #d5e4da;border-radius:12px;background:#f5f9f6;margin:28px 0">
<p><strong>Perkuat kemampuan tim dalam sustainability reporting.</strong> Mulai dari <a href="https://sustainability.proxsisgroup.com/pelatihan-sustainability-report-dasar/">pelatihan dasar sustainability reporting</a> untuk memahami konsep dan kesiapan data, atau ikuti <a href="https://sustainability.proxsisgroup.com/training-sustainability-report/">Training Sustainability Report GRI &amp; OJK</a> untuk latihan pemetaan pengungkapan dan penyusunan bagian laporan. <a href="https://sustainability.proxsisgroup.com/training-sustainability-report/#form">Minta silabus dan penawaran</a> sesuai kebutuhan tim.</p>
</aside>
<p>The post <a href="https://sustainability.proxsisgroup.com/pspk-2/">PSPK 2 Adalah Standar Pengungkapan Iklim: Apa yang Berubah?</a> appeared first on <a href="https://sustainability.proxsisgroup.com">Sustainability Proxsis Group</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sustainability.proxsisgroup.com/pspk-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PSPK 1 dan PSPK 2: Panduan Persiapan Perusahaan Menuju 1 Januari 2027</title>
		<link>https://sustainability.proxsisgroup.com/pspk-2027/</link>
					<comments>https://sustainability.proxsisgroup.com/pspk-2027/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[hisyam]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2026 02:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[ESG Reporting & Disclosure]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[PSPK 1]]></category>
		<category><![CDATA[PSPK 2]]></category>
		<category><![CDATA[Sustainability Disclosure]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sustainability.proxsisgroup.com/?p=1994</guid>

					<description><![CDATA[<p>Panduan PSPK 1 dan PSPK 2 untuk menilai kesiapan tata kelola, data, risiko, metrik, kontrol, dan pelaporan perusahaan menuju 1 Januari 2027.</p>
<p>The post <a href="https://sustainability.proxsisgroup.com/pspk-2027/">PSPK 1 dan PSPK 2: Panduan Persiapan Perusahaan Menuju 1 Januari 2027</a> appeared first on <a href="https://sustainability.proxsisgroup.com">Sustainability Proxsis Group</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<article class="ps-article">
<figure class="ps-featured-media">
  <img fetchpriority="high" src="https://sustainability.proxsisgroup.com/wp-content/uploads/2026/09/cp-001-pspk-2027.webp" alt="Ilustrasi alur kesiapan data dan pelaporan perusahaan untuk PSPK 2027" width="1200" height="630" loading="eager" decoding="async" fetchpriority="high"><br />
</figure>
<p class="ps-dek"><strong>PSPK 1 dan PSPK 2</strong> adalah fondasi Standar Pengungkapan Keberlanjutan Indonesia yang efektif pada 1 Januari 2027. Persiapan perusahaan bukan sekadar menambah bab pada laporan tahunan. Organisasi perlu menyatukan tata kelola, proses identifikasi risiko dan peluang, data lintas fungsi, metrik, kontrol, serta jadwal pelaporan agar informasi keberlanjutan dapat digunakan bersama informasi keuangan.</p>
<p class="ps-article-meta"><strong>Ditulis oleh: hisyam</strong> · Ditinjau 6 September 2026 oleh AI Specialist Agent — PSPK &amp; Reporting · Waktu baca: sekitar 10 menit</p>
<section class="ps-summary" aria-labelledby="ringkasan-eksekutif">
<h2 id="ringkasan-eksekutif">Ringkasan Eksekutif</h2>
<p>Ikatan Akuntan Indonesia menetapkan PSPK 1 tentang persyaratan umum pengungkapan informasi keuangan terkait keberlanjutan dan PSPK 2 tentang pengungkapan terkait iklim, keduanya efektif 1 Januari 2027. Karena standar ini konvergen dengan IFRS Sustainability Disclosure Standards, perusahaan perlu memperlakukan pengungkapan keberlanjutan sebagai bagian dari sistem informasi untuk pengambilan keputusan investor, bukan sebagai narasi komunikasi yang berdiri sendiri.</p>
<p>Langkah praktisnya adalah menjalankan asesmen kesiapan pada enam workstream: tata kelola, materialitas finansial, risiko dan peluang, data dan metrik, kontrol dan assurance, serta integrasi proses pelaporan. Ruang lingkup penerapan dan interpretasi teknis tetap perlu dikonfirmasi dengan pihak yang kompeten dan ketentuan terbaru yang relevan bagi perusahaan.</p>
</section>
<nav class="ps-toc" aria-label="Daftar isi">
    <strong>Daftar isi</strong></p>
<ol>
<li><a href="#apa-itu-pspk">Apa itu PSPK 1 dan PSPK 2?</a></li>
<li><a href="#mengapa-persiapan">Mengapa persiapan perlu dimulai dari sistem?</a></li>
<li><a href="#readiness-map">PSPK Readiness Map</a></li>
<li><a href="#roadmap">Roadmap 30/60/90 hari</a></li>
<li><a href="#kesalahan">Kesalahan yang perlu dihindari</a></li>
</ol>
</nav>
<h2 id="apa-itu-pspk">Apa Itu PSPK 1 dan PSPK 2?</h2>
<p>PSPK 1 mengatur kerangka umum untuk mengungkapkan informasi keuangan terkait keberlanjutan. Fokusnya adalah informasi mengenai risiko dan peluang keberlanjutan yang relevan bagi prospek perusahaan dan berguna bagi pengguna laporan keuangan bertujuan umum. PSPK 2 melengkapi kerangka tersebut dengan persyaratan yang khusus membahas risiko dan peluang terkait iklim.</p>
<p>Keduanya dirancang untuk digunakan sebagai satu sistem. Perusahaan tidak cukup hanya mengumpulkan data emisi. Tim juga perlu menjelaskan bagaimana dewan dan manajemen mengawasi isu tersebut, bagaimana risiko masuk ke proses manajemen risiko, dampaknya terhadap strategi, serta metrik dan target yang digunakan untuk memantau kinerja.</p>
<p>IAI menyatakan kedua standar efektif pada 1 Januari 2027. Namun, tanggal efektif tidak boleh diterjemahkan sebagai klaim bahwa setiap entitas memiliki ruang lingkup dan kewajiban yang identik. Penilaian penerapan harus mempertimbangkan ketentuan terbaru, karakteristik entitas, dan arahan regulator yang relevan. Artikel ini adalah panduan kesiapan manajemen, bukan opini akuntansi atau hukum.</p>
<h2 id="mengapa-persiapan">Mengapa Persiapan PSPK Perlu Dimulai dari Sistem, Bukan dari Penulisan Laporan?</h2>
<p>Laporan adalah keluaran terakhir. Sebelum angka dan narasi dapat ditulis, perusahaan harus mengetahui siapa yang memiliki data, definisi apa yang digunakan, seberapa sering data diperbarui, bagaimana perubahan diperiksa, dan siapa yang menyetujui informasi tersebut. Jika pekerjaan baru dimulai ketika musim pelaporan tiba, tim akan cenderung mengandalkan spreadsheet terpisah, rekonsiliasi manual, dan penjelasan yang sulit ditelusuri.</p>
<p>IFRS S1 dan IFRS S2, yang menjadi basis konvergensi PSPK, menempatkan informasi keberlanjutan dekat dengan kebutuhan pengguna laporan keuangan. Konsekuensinya, Sustainability tidak bisa bekerja sendiri. Finance, Risk, Strategy, Operations, Procurement, HR, Legal, Internal Audit, dan Corporate Secretary perlu memiliki pembagian peran yang jelas.</p>
<aside class="ps-insight" aria-labelledby="makna-perusahaan">
<h3 id="makna-perusahaan">Apa Artinya bagi Perusahaan Indonesia?</h3>
<p>Kesenjangan terbesar biasanya bukan ketiadaan satu angka, melainkan ketidakjelasan hubungan antara isu keberlanjutan, dampaknya terhadap prospek bisnis, keputusan manajemen, dan bukti data. Karena itu, asesmen awal sebaiknya menguji rantai informasi dari sumber data sampai persetujuan laporan.</p>
</aside>
<h2 id="readiness-map">PSPK Readiness Map: Enam Workstream yang Perlu Diuji</h2>
<div class="ps-table-wrap" role="region" aria-label="Matriks kesiapan PSPK" tabindex="0">
<table>
<thead>
<tr>
<th scope="col">Workstream</th>
<th scope="col">Pertanyaan utama</th>
<th scope="col">Bukti awal</th>
</tr>
</thead>
<tbody>
<tr>
<th scope="row">1. Tata kelola</th>
<td>Siapa mengawasi risiko dan peluang keberlanjutan, dan bagaimana keputusan dieskalasikan?</td>
<td>Mandat komite, RACI, agenda rapat, dan jalur persetujuan.</td>
</tr>
<tr>
<th scope="row">2. Materialitas finansial</th>
<td>Isu apa yang secara wajar dapat memengaruhi arus kas, akses pembiayaan, atau biaya modal?</td>
<td>Daftar isu, metode penilaian, horizon waktu, dan alasan prioritas.</td>
</tr>
<tr>
<th scope="row">3. Risiko, peluang, dan strategi</th>
<td>Bagaimana isu terhubung dengan ERM, strategi, anggaran, dan rencana bisnis?</td>
<td>Risk register, scenario assumptions, keputusan investasi, dan respons strategis.</td>
</tr>
<tr>
<th scope="row">4. Data dan metrik</th>
<td>Apakah definisi, boundary, pemilik, frekuensi, dan sumber data konsisten?</td>
<td>Data dictionary, data lineage, daftar metrik, sumber sistem, dan kalkulasi.</td>
</tr>
<tr>
<th scope="row">5. Kontrol dan assurance</th>
<td>Bisakah angka dan pernyataan ditelusuri, diuji, dan direkonsiliasi?</td>
<td>Kontrol preventif/detektif, evidence log, rekonsiliasi, dan catatan perubahan.</td>
</tr>
<tr>
<th scope="row">6. Integrasi pelaporan</th>
<td>Apakah jadwal dan tanggung jawab disclosure selaras dengan financial close?</td>
<td>Kalender pelaporan, template disclosure, review gate, dan sign-off.</td>
</tr>
</tbody>
</table></div>
<p>Readiness Map ini adalah alat diagnosis awal, bukan daftar persyaratan pengganti standar. Hasilnya sebaiknya berupa register gap yang menunjukkan dampak, pemilik, bukti yang tersedia, keputusan yang diperlukan, dan target penyelesaian. Dengan cara ini, manajemen dapat membedakan gap yang berisiko tinggi dari pekerjaan dokumentasi yang relatif sederhana.</p>
<h2 id="roadmap">Roadmap Persiapan 30/60/90 Hari</h2>
<h3>30 hari pertama: tetapkan ruang lingkup dan baseline</h3>
<p>Bentuk steering group lintas fungsi, konfirmasi sponsor eksekutif, inventarisasi sumber data, dan petakan proses pelaporan yang sudah ada. Bandingkan kondisi tersebut dengan struktur PSPK 1 dan PSPK 2 menggunakan daftar gap yang memiliki owner. Pada tahap ini, prioritaskan keputusan ruang lingkup dan isu yang berpotensi material; jangan langsung membeli platform sebelum kebutuhan dan aliran datanya dipahami.</p>
<h3>Hari 31–60: uji data, proses, dan keterhubungan</h3>
<p>Pilih beberapa disclosure prioritas untuk pilot. Telusuri data dari sumber operasional sampai angka agregat, uji definisi dan boundary, lalu hubungkan hasilnya dengan risk register, strategi, dan anggaran. Gunakan temuan untuk memperbaiki data dictionary serta pembagian peran. Bila kesiapan data karbon masih belum jelas, perusahaan dapat memakai <a href="https://sustainability.proxsisgroup.com/carbon-data-readiness-assessment/">Carbon Data Readiness Assessment</a> sebagai pemeriksaan awal yang terpisah dari penilaian kepatuhan.</p>
<h3>Hari 61–90: lakukan dry run dan perbaiki kontrol</h3>
<p>Susun disclosure percobaan menggunakan data yang tersedia, lalu minta tim Finance, Risk, Sustainability, dan Internal Audit menilai konsistensi, keterlacakan, serta kecukupan bukti. Dry run bertujuan menemukan gap sebelum periode pelaporan, bukan menghasilkan dokumen publik prematur. Catat asumsi dan area yang masih memerlukan keputusan SME atau regulator.</p>
<h2 id="kesalahan">Lima Kesalahan yang Perlu Dihindari</h2>
<ol>
<li><strong>Memperlakukan PSPK sebagai proyek Sustainability saja.</strong> Data dan keputusan tersebar lintas fungsi.</li>
<li><strong>Menyalin struktur IFRS tanpa memeriksa konteks Indonesia.</strong> Konvergensi tidak menghapus kebutuhan membaca standar dan ketentuan lokal yang berlaku.</li>
<li><strong>Mengumpulkan semua data tanpa prioritas.</strong> Mulailah dari risiko dan peluang yang relevan bagi prospek bisnis.</li>
<li><strong>Mengabaikan data lineage dan kontrol.</strong> Angka yang terlihat rapi belum tentu dapat ditelusuri atau diuji.</li>
<li><strong>Menunggu laporan tahunan berikutnya.</strong> Kesenjangan tata kelola dan data membutuhkan keputusan lintas fungsi yang tidak dapat diselesaikan dalam beberapa hari.</li>
</ol>
<h2>Pertanyaan yang Sering Diajukan</h2>
<h3>Kapan PSPK 1 dan PSPK 2 efektif?</h3>
<p>IAI menetapkan PSPK 1 dan PSPK 2 efektif pada 1 Januari 2027. Perusahaan tetap perlu memeriksa ketentuan terbaru dan ruang lingkup penerapan yang relevan bagi entitasnya.</p>
<h3>Apakah PSPK sama dengan laporan keberlanjutan berbasis GRI?</h3>
<p>Keduanya dapat saling mendukung, tetapi memiliki tujuan dan audiens yang tidak identik. PSPK berfokus pada informasi keuangan terkait keberlanjutan yang relevan bagi pengguna laporan keuangan bertujuan umum. GRI berfokus pada dampak organisasi terhadap ekonomi, lingkungan, dan masyarakat. Pemetaan interoperabilitas perlu dilakukan tanpa menganggap satu laporan otomatis memenuhi seluruh kebutuhan lainnya.</p>
<h3>Siapa yang seharusnya memimpin program kesiapan?</h3>
<p>Sponsor eksekutif dapat berada di Finance, Corporate Secretary, atau fungsi lain sesuai tata kelola perusahaan. Yang terpenting adalah mandat lintas fungsi, keterlibatan Sustainability dan Risk, serta jalur keputusan yang jelas.</p>
<aside class="ps-cta" aria-labelledby="cta-pspk">
<h2 id="cta-pspk">Mulai dari Baseline Kesiapan yang Terukur</h2>
<p>Sebelum checklist PSPK khusus tersedia, gunakan penilaian eksekutif Proxsis untuk memetakan kondisi awal tata kelola, strategi, data, dan implementasi keberlanjutan perusahaan.</p>
<p>    <a href="https://sustainability.proxsisgroup.com/executive-sustainability-assessment/">Mulai Executive Sustainability Assessment</a><br />
  </aside>
<section class="ps-related" aria-labelledby="terkait-pspk">
<h2 id="terkait-pspk">Insight dan Solusi Terkait</h2>
<ul>
<li><a href="https://sustainability.proxsisgroup.com/insight/">Jelajahi Sustainability Insight Hub</a></li>
<li><a href="https://sustainability.proxsisgroup.com/esg-reporting-assurance/">Siapkan proses ESG Reporting &amp; Assurance</a></li>
<li><a href="https://sustainability.proxsisgroup.com/cara-menyusun-laporan-keberlanjutan-sustainability-report-sesuai-pojk-51-gri/">Panduan menyusun laporan keberlanjutan sesuai POJK 51 dan GRI</a></li>
</ul>
</section>
<section class="ps-sources" aria-labelledby="sumber-pspk">
<h2 id="sumber-pspk">Sumber Rujukan</h2>
<ul>
<li><a href="https://web.iaiglobal.or.id/Berita-IAI/detail/standar_pengungkapan_keberlanjutan_efektif_per_1_januari_2027" rel="nofollow noopener">Ikatan Akuntan Indonesia — Standar Pengungkapan Keberlanjutan Efektif Per 1 Januari 2027</a></li>
<li><a href="https://web.iaiglobal.or.id/Berita-IAI/detail/dsk_iai_sahkan_standar_pengungkapan_keberlanjutan_pspk_1_dan_pspk_2" rel="nofollow noopener">Ikatan Akuntan Indonesia — Pengesahan PSPK 1 dan PSPK 2</a></li>
<li><a href="https://www.ifrs.org/issued-standards/ifrs-sustainability-standards-navigator/ifrs-s1-general-requirements/" rel="nofollow noopener">IFRS Foundation — IFRS S1 General Requirements</a></li>
<li><a href="https://www.ifrs.org/sustainability/knowledge-hub/introduction-to-issb-and-ifrs-sustainability-disclosure-standards/" rel="nofollow noopener">IFRS Foundation — Introduction to the ISSB and IFRS Sustainability Disclosure Standards</a></li>
<li><a href="https://www.globalreporting.org/standards/" rel="nofollow noopener">Global Reporting Initiative — GRI Standards</a></li>
</ul>
</section>
</article>
<aside class="ps-sr-training-bridge" style="padding:22px;border:1px solid #d5e4da;border-radius:12px;background:#f5f9f6;margin:28px 0">
<p><strong>Perkuat kemampuan tim dalam sustainability reporting.</strong> Mulai dari <a href="https://sustainability.proxsisgroup.com/pelatihan-sustainability-report-dasar/">pelatihan dasar sustainability reporting</a> untuk memahami konsep dan kesiapan data, atau ikuti <a href="https://sustainability.proxsisgroup.com/training-sustainability-report/">Training Sustainability Report GRI &amp; OJK</a> untuk latihan pemetaan pengungkapan dan penyusunan bagian laporan. <a href="https://sustainability.proxsisgroup.com/training-sustainability-report/#form">Minta silabus dan penawaran</a> sesuai kebutuhan tim.</p>
</aside>
<p>The post <a href="https://sustainability.proxsisgroup.com/pspk-2027/">PSPK 1 dan PSPK 2: Panduan Persiapan Perusahaan Menuju 1 Januari 2027</a> appeared first on <a href="https://sustainability.proxsisgroup.com">Sustainability Proxsis Group</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sustainability.proxsisgroup.com/pspk-2027/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
